Harus selesai 2010
Megaproyek Molor, Jaminan Dicabut
indopos - PT Jakarta Monorail harus segera membangun kembali monorel. Sebab, pemerintah pusat menargetkan megaproyek itu harus selesai pada 2010. Jika molor, maka pusat tidak akan memberikan jaminan shortfall (tanggungan kekurangan penumpang). "Ya, pembangunan monorel harus dimulai secepat mungkin untuk memeroleh jaminan dari pemerintah pusat," kata Direktur Operasional PT Jakarta Monorail Sukmawaty Syukur kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
Menteri Keuangan RI mensyaratkan monorel harus selesai dibangun dan beroperasi pada 2010. Bila syarat itu tak terpenuhi, pemerintah pusat tidak bersedia menanggung renteng jaminan sebesar USD 22,5 juta ketika penumpang monorel tidak mencapai 160 ribu penumpang per hari. Sayangnya, hingga Juli ini, belum ada kelanjutan pembangunan monorel tersebut.
Saat Indo Pos melihat kelanjutan pembangunan monorel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, belum ada pekerja bangunan yang membangun pondasi monorel tersebut. Pondasi itu masih berupa kerangka besi yang di bawahnya sudah dilapisi semen.
Kenyataan ini jauh berbeda dengan keinginan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang ingin pembangunan monorel mulai dilakukan pada April. Dijelaskan Sukmawaty, pembangunan tiang pancang dan stasiun monorel akan diprioritaskan pada kawasan sibuk. Salah satunya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Menurutnya, pembangunan pondasi di kawasan Senayan akan mulai dikerjakan sejak bulan lalu. Sukmawaty mengatakan, pembangunan monorel di Senayan dikerjakan karena PT Jakarta Monorail mengejar penyelesaian pondasi sebagai dasar pembangunan monorel. Setelah itu pembangunan monorel berlanjut ke jalur hijau (green line) atau Senayan-Kuningan. Daerah sibuk yang dimaksud adalah Senayan dan Kuningan.
Sementara itu, menurut Asisten Pembangunan DKI Jakarta Nurfakih Wirawan, Pemprov DKI Jakarta belum menerima laporan resmi dari PT Jakarta Monorail mengenai kelanjutan proyek monorel. "Tetapi pemprov memiliki komitmen tinggi untuk memastikan monorel bisa beroperasi di Jakarta. Kami ingin barang ini jadi," ujarnya.
Nurfakih mengatakan, pemprov menghendaki monorel bisa terealisasi sebagai bagian dari pola transportasi makro (PTM) Jakarta. Dalam PTM, monorel menempati skala kerumitan pengerjaan nomor dua. Di atas monorel yang termasuk transportasi light rail adalah MRT atau mass rapid transit yang akan dibangun dari Lebak Bulus sampai Dukuh Atas.
Di bawah monorel terdapat busway dan waterway, kedua PTM ini sudah beroperasi. Pihaknya mengakui, kendala yang dihadapi PT Jakarta Monorail adalah sulitnya menghimpun dana untuk membangun monorel. "Sehingga sampai kini proses financial closing untuk memulai proyek monorel tak kunjung tuntas. Tetapi saya juga tak bisa memastikan kendala PT Jakarta Monorail, itu harus tanya langsung dengan Jakarta Monorail," katanya. Dalam waktu dekat, pemprov akan meminta PT Jakarta Monorail menyampaikan laporan resminya.
Seperti diketahui, pembangunan monorel membutuhkan total dana USD 480 juta. Saat ini, pengerjaan monorel itu masih didanai swasta. Menurut Nurfakih, pemprov belum mengucurkan anggaran APBD karena harus melalui persetujuan dari DPRD DKI Jakarta. eko)











0 comments:
Post a Comment